Jejak Gelap di Dugaan Bisnis Warung Esek-Esek Dibekingi Oknum Polisi
SADARIONLINE- Siak, terkait tempat hiburan malam di kecamatan Tualang Siak dalam menjadi Atensi pihak pemerintah Kabupaten Siak, waktu dekat akan di tertipkan
saat tim wartawan mejumpai Kasat Pol PP, melalui Subandi selaku KABID yang di dampingi sekertas Zul,
Menurut Subanndi perna mendapatkan isu ini seperti penjulan minuman keras di sepanjang jalan itu. sudah kita lakukan penertipan di gedung putih sudah kita datangi.
izin ada seperti izin klap malam, jelas subandi saat di jumpai di ruang kerjanya ( 16/6 - 25 ) menurut nya di awal tahun 2024 Ingatka saya izin yang ada di keluarkan dinas terkait di Provinsi- Riau
Subandi mengucapkan Terima kasih atas laporan yang yang di sampaikan masyarakat akan kami tindaklanjuti laporan ini. Kami akan berkoordinasi kepada Pimpinan kami, lanjutnya dia minta peran masyarakat untuk melaporkan terkait permasalah yang bertentangan norma-norma adat dan agama dan lingkungan.
Menurut pemberitaan pada pekan lalu, menjadi sorotannwarga di TKP, kepada Wartawan juma,at ( 13/6/25 ).
Dari Warung Pijat ke Rumah Esek-Esek
Pagi itu, Jumat (13/6/2025), tim wartawan bertolak menuju kawasan pinggir Jalan Pemda. Di sepanjang ruas jalan itu, berdiri sejumlah bangunan semi permanen dengan papan nama “pijat tradisional”, “refleksi”, dan “café karaoke”. Namun suasana di dalamnya jauh dari nuansa terapi kesehatan.
Salah satu narasumber warga berinisial “T”, yang tinggal tak jauh dari lokasi, mengungkapkan keresahannya.
“Sudah bukan rahasia lagi. Tempat-tempat itu ramai malam hari. Bukan pijat biasa. Banyak yang tahu ini tempat esek-esek,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan, lokasi-lokasi tersebut hanya berjarak ratusan meter dari sekolah-sekolah seperti SMK Negeri 1 Tualang dan sebuah sekolah yayasan.
“Kami takut anak-anak kami terpapar. Apalagi di situ rawan begal dan narkoba,” tambahnya.
Benarkah Dibekingi Aparat?
Investigasi kami berlanjut ke warung yang disebut milik oknum anggota Polres Siak berinisial “JS”. Seorang pelayan wanita yang enggan menyebutkan namanya membenarkan bahwa tempat tersebut dikelola oleh istri dari JS—yang diduga merupakan istri simpanannya.
“Iya, punya JS. Biasanya datang seminggu sekali ke sini kalau pulang tugas,” ujarnya singkat.
Lebih mencengangkan lagi, warga dan narasumber menyebut keterlibatan oknum lain berinisial “N”, yang disebut bertugas di Polsek Tualang dan menjadi ‘beking’ sebuah tempat hiburan malam berjuluk “Gedung Putih”—bangunan megah berhias lampu warna-warni di jalur utama menuju Minas.
“Gedung itu ramai tiap malam. Cewek-cewek keluar pakai baju minim. Hampir tiap malam ada ribut-ribut. Polisi pun sepertinya tak berani bertindak,” ujar seorang warga.
Camat Menghilang, Kapolsek Bungkam
Tim AswinNews mencoba mengonfirmasi perihal maraknya warung esek-esek ini ke Kantor Camat Tualang. Namun, menurut petugas, camat sedang mengikuti rapat di Kantor Bupati. Hingga laporan ini ditulis, pihak kecamatan belum memberikan pernyataan resmi.
Upaya konfirmasi ke Kapolsek Tualang, Kompol Hendrix, juga menemui jalan buntu. Meski berada di kantor, Kapolsek memilih tidak menemui wartawan.
“Kami tunggu lebih dari satu jam. Tapi beliau menolak ditemui. Seolah tak ingin disinggung soal warung-warung itu,” jelas reporter kami.
Ormas Diduga Terlibat
Penelusuran lebih dalam menemukan dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (OKP) yang disebut turut ‘bermitra’ dengan oknum aparat dalam bisnis ini. Beberapa warga menyebut OKP tersebut kerap terlihat menjaga dan mengatur parkir di sekitar tempat hiburan malam.
“Ormas itu sering nongkrong, jaga warung-warung. Sepertinya mereka bagian dari sistem,” ujar narasumber.
Seruan Masyarakat: Bubarkan!
Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi mendesak Pemkab Siak dan aparat penegak hukum bertindak tegas. Mereka khawatir lingkungan sosial semakin rusak.
“Kami minta Pak Kapolda Riau turun tangan. Kalau perlu bersihkan Polsek Tualang dari oknum nakal. Ini sudah sangat meresahkan,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Menunggu Langkah Serius
Hingga berita ini ditayangkan, belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Siak maupun Polda Riau terkait temuan ini. Masyarakat berharap ada audit dan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan oknum aparat.
Kasus ini membuka pertanyaan lebih besar: seberapa jauh institusi penegak hukum di daerah mampu menjaga netralitas dan mencegah aparatnya terlibat dalam kejahatan yang justru harus mereka berantas? ( red )